Thursday, August 15, 2013

Daur ulang kaca bekas

Kaca merupakan bahan yang sangat banyak kita jumpai sehari-hari. Penggunaan kaca meliputi barang-barang yang ada di sekitar kita. Kaca ada di kamar mandi, digunakan untuk lensa kacamata, kaca spion motor dan mobil, gelas minuman, botol, kaca rumah dan lain-lain. Penggunaan kaca telah dimulai sejak 2500 tahun sebelum masehi oleh bangsa Mesir kuno (pendapat para ahli).

Hampir semua kaca terbuat dari pasir – pasir silica, yang sebenarnya adalah kuarsa yang tergiling halus. Pasir mengandung sedikit besi di dalamnya. Besi memberi nuansa kehijauan pada kaca yang terbuat dari pasir polos. Untuk membuat kaca menjadi bening tanpa warna, pembuat kaca menambahkan selenium. Mineral ini memberi sedikit nuansa kemerahan pada kaca, yang menetralkan warna hijau, dan membuat kaca tampak bening. Untuk membuat kaca berwarna lain, pembuat kaca menambahkan unsur lain ke dalam pasir. Kobalt untuk biru tua, mangan untuk ungu, kromium atau lebih banyak besi untuk hijau.(http://duniaance.wordpress.com)

Masih ingatkah anda saat anda bermain kelereng sewaktu kecil? (anak jaman sekarang sih mungkin dah pada ngga kenal lagi....kenalnya game..IPad, Play Station dll ). Mainan kecil berbentuk bundar ini terbuat dari kaca, ada yang berwarna-warni, putih ataupun bening. Terlintas kah anda bahwa untuk membuat kelereng membutuhkan proses yang lama dan rumit?

Agar pasir menjadi kaca, pasir harus dicairkan dulu. Agar dapat mencair, pasir harus dipanaskan dengan suhu yang sangat tinggi. Jika es batu meleleh di atas 0°C, pasir tidak meleleh sampai suhu mencapai 1.700° C. Memanaskan sesuatu yang lebih dari 1.650° C membutuhkan banyak energy dan sangat mahal. Jadi, untuk membuat kebanyakan jenis kaca yang dipakai sehari-hari, pembuat kaca menambahkan bahan kimia ke pasir untuk membantunya meleleh pada suhu lebih rendah – antara 815° C sampai sekitar 1.370° C. Biasanya bahan kimia itu adalah abu soda.
Namun, resep pasir ditambah abu soda menghasilkan jenis kaca yang aneh – yang larut dalam air. (Sepertinya bukan pilihan yang bagus untuk gelas minuman.)
Jadi, bahan harus ditambahkan, untuk membuat kaca bertahan lebih baik. Pembuat kaca mencampurkan bubuk batu kapur bersama pasir dan abu soda.
Kaca yang biasanya digunakan untuk membuat jendela, cermin, gelas minum, botol, dan bola lampu disebut “kaca soda-kapur.” Kaca soda kapur tahan lama dan mudah dibentuk ketika panas. Selain pasir, abu soda, dan kapur, formula ini membutuhkan magnesium, alumina, dan asam borat, bersama dengan bahan kimia untuk menghilangkan gelembung udara dalam campuran kaca.
Begitu bahan-bahan disatukan, campuran ini dimasukkan ke tungku raksasa. Api yang luar biasa besarnya dalam tungku memanaskan campuran sampai mencair dari bahan padat menjadi cairan yang bisa mengalir. (Tungku-tungku terbesar seperti ini, dapat menampung sampai hampir 1,5 juta kg kaca cair.) Kaca cair dibiarkan dalam suhu tertinggi sampai semua gelembung udara dan guratan menghilang, sehingga benda yang dibuat sepenuhnya bening.
Begitu kaca sudah bagus dan mulus, api dikecilkan sedikit, agar kaca mengental menjadi mirip lem tapioca. Kemudian kaca dituangkan dari depan tungku ke mesin pembentuk, di mana kaca itu didorong dan dimasukkan ke cetakan, ditekan menjadi berbagai bentuk.
Namun, untuk membuat benda berongga seperti botol, kaca harus ditiup seperti balon. Peniupan kaca dilakukan oleh mesin. Gagasannya adalah meniup ke dalam kaca sampai gelembung udara terbentuk di tengah, menjadikannya berongga saat mengeras.
Setelah kaca terbentuk, bahayanya adalah benda kaca ini akan retak saat didinginkan ke dalam suhu ruangan. Pembuat kaca mengendalikan pendinginan dengan memberi pemanasan pada kaca yang mengeras untuk mengurangi tekanan. Setelah memberi sentuhan akhir, para pekerja mungkin mengikis serpihan kecil kaca dari kuping gelas, atau menggunakan bahan kimia khusus untuk memoles piring kaca sampai licin sempurna.


Proses pembuatan kaca dengan bahan pasir silika sangat boros energi. Bagaimana caranya untuk menghemat energi dalam pembuatan kaca? Jawabannya adalah mendaur ulang kaca bekas yang sudah tidak terpakai atau pecah. Bahan pecahan kaca daur ulang ini disebut dengan cullet. Penggunaan cullet akan mengurangi jumlah pasir silika yang digunakan, sekalian dapat menurunkan penggunaan energi dalam proses pembuatan kaca.



Cullet terdiri dari beberapa jenis :

 - Flint / cullet bening
 - Amber / cullet coklat
 - Green / cullet berwarna hijau
 - Blue / cullet berwarna biru

Cullet ini dapat berasal dari kaca rumah, kaca mobil, botol bekas dan lainnya. Cullet ini kemudian akan didaur ulang menjadi produk kaca kembali, dicetak sesuai kebutuhan dan penggunaannya, baik sebagai botol, kaca aquarium dll yang berguna.

Di Indonesia terdapat beberapa pabrik kaca yang tersebar di beberapa pulau di Indonesia. Misalnya ASAHI GLASS dll. Perusahaan-perusahaan tersebut berjasa dalam memenuhi kebutuhan konsumsi kaca di dalam negeri maupun untuk eksport ke luar negeri.

Genesis Recycling - Bandung menerima kaca bekas, botol bekas dengan harga bersaing untuk disalurkan ke pabrik-pabrik kaca. Bagi anda yang memiliki stock kaca banyak silahkan mengontak kami dan kami siap melayani anda.Kami juga siap membantu anda melakukan pembongkaran bangunan, kaca-kaca dll untuk daerah Bandung - Jawa Barat.

Contact kami di:

Genesis Recycling - Bandung

contact person : Ilham Fajar
mobile phone   : 081295187186

1 comment:

  1. Bang kalau saya banyak pecahan kaca bekas.kaca botol,gelas,piring,jendela dan lain-lain saya harus kemana jual nya..info atau tips bang.terimakasih

    ReplyDelete